Dunia Islam | Muslim Life | Page 2
Home » Archive by category 'Dunia Islam' (Page 2)

Pertumbuhan Masjid di Indonesia Rendah

Jumlah pertumbuhan masjid di Indonesia rendah. Demikian yang terlihat dari data statistik pertumbuhan masjid di Indonesia yang dimiliki Kementrian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI).

Kepala Pusat Kerukunan Beragama Kemenag RI, Abdul Fatah, menyatakan berdasarkan data tahun 2010, pada tahun 1997 hingga 2004 jumlah gereja Katolik bertambah 153 persen dari 4.934 menjadi 12.473, gereja Protestan 131 persen dari 18.977 menjadi 43.909, jumlah vihara bertambah 368 persen dari 1.523 menjadi  7.129, jumlah pura Hindu naik 475,25 persen dari  4.247 menjadi 24.431, sedangkan masjid hanya bertambah 64 persen dari  392.044 menjadi 643.843.

Abdul Fatah juga menyampaikan jumlah penduduk dan rumah ibadah di Indonesia. “Jumlah umat Islam 207.176.162 sedangkan jumlah masjid 239.497, jumlah umat Kristen 16.528.513 dengan jumlah gereja Kristen 60.170, jumlah umat Katolik 6.907.873 dengan jumlah gereja Katolik 11.021, jumlah umat budha 1.703.254 dengan jumlah vihara 2.354, jumlah umat Hindu 4.012.116 dengan jumlah pura 24.837, dan jumlah umat konghucu 117.091 dengan jumlah kelenteng 552,” kata Abdul dalam pesan singkatnya kepada Republika Ahad (3/6).

Menurut Abdul, rendahnya pertumbuhan jumlah masjid di Indonesia dikarenakan masyarakat Indonesia lebih cenderung untuk menambah kapasitas masjid dibandingkan menambah jumlah unit masjid.

Hal senada diungkapkan Direktorat Urusan Agama Islam (Urais) dan Pembinaan Syariah Kemenag RI, A. Jauhari. Jauhari mengatakan terdapat paham keagamaan dalam umat Islam Indonesia yaitu satu desa satu masjid.

“Umat Islam di Indonesia masih menganut paham bahwa satu desa  cukup satu masjid. Masjid tidak boleh lebih dari satu dalam satu desa. Jika ditambah, akan menjadi persoalan. Karena itu, masyarakat kita lebih memilih memperbesar masjid dibandingkan membangun masjid baru,” ujar Jauhari.

Jauhari mengungkapkan umat Islam cukup beribadah dalam satu tempat yaitu masjid. Sedangkan umat lainnya, kata Jauhari, jika berbeda aliran berbeda pula tempat ibadahnya. “Karena itu mereka membangun rumah ibadah,” ungkap Jauhari.

Jauhari mengatakan rendahnya pertumbuhan masjid dibandingkan dengan rumah ibadah lainnya merupakan bukti bahwa agama lainnya memperoleh hak yang sama untuk membangun rumah ibadah. “Perizinan pembangunan rumah ibadah tidak susah. Buktinya pertumbuhan rumah ibadah lainnya bertambah,” kata Jauhari. (source : Republika Online)

MUI Undang 18 Negara dalam Sidang Ijtima

Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengundang sejumlah negara dalam Sidang Ijtima Ulama MUI se-Indonesia ke IV pada 29 Juni – 2 Juli 2012 mendatang di Tasikmalaya, Jawa Barat. Sekjen MUI, Ichwan Sam, mengatakan perwakilan ulama dari 18 negara tersebut berasal dari Asia, Eropa, dan Australia.

“Sidang ijtima mengundang beberapa negara sahabat karena Indonesia berpenduduk muslim terbesar di dunia yang menjadi rujukan fatwa –fatwa bidang produk halal dan ekonomi syariah, serta banyak harapan dari negara sahabat agar ulama Indonesia lebih aktif sebagai pelopor dalam percaturan berbagai masalah keagamaan yang dihadapi umat Islam,” ujar Ichwan ketika dihubungi Republika Ahad (3/6).

Ichwan mengatakan peserta sidang ijtima yang akan hadir berjumlah 800 orang. Jumlah tersebut terdiri dari perwakilan MUI di 33 propinsi se Indonesia, perwakilan unsur ormas, perwakilan dari pondok pesantren, dan perwakilan fakultas syariah universitas islam se Indonesia.

“Selain itu kami mengundang ulama dari Australia, Malaysia, Brunei Darusalam, Thailand, Arab Saudi, Belanda, Italia, dan masih banyak lagi,” kata Ichwan.

Ichwan menjelaskan tiga poin penting dalam pembahasan sidang ijtima yang bertemakan ‘Meningkatkan Perkhidmatan Ulama dalam Mengatasi Masalah-Masalah Bangsa’. Tiga hal tersebut adalah permasalahan kebangsaan, perundang-undangan, dan fiqh kontemporer.

Banyak hal yang berkaitan dengan tiga poin tersebut yang akan dibahas dalam sidang ijtima. Ichwan mengatakan terdapat 50 isu yang dibahas dalam sidang ijtima. Namun, lanjut Ichwan, isu yang berkaitan dengan kemaslahatan umum, kesejahteraan masyarakat, dan fatwa terkini yang banyak ditanyakan masyarakat yang akan diprioritaskan dalam sidang ijtima’.

Ichwan mencontohkan subsidi BBM yang akan dibahas dalam agenda kebangsaan. Sedangkan perundang-undangan akan membahas RUU KKG, RUU JPH, dan undang-undang minuman keras. “Untuk fiqh kontemporer akan membahas dana talangan haji oleh bank secara fiqh bagaimana hukumnya,” kata Ichwan.

Ichwan mengatakan pembahasan fatwa dalam akan diprioritaskan berdasarkan kebutuhan masyarakat. “Fatwa adalah legal opinion, pandangan hukum yang muncul karena ditanyakan. Makin banyak masyarakat yang menanyakan makin penting untuk dibahas fatwanya,” ujar Ichwan. (Source : Republika Online)

MUI Kecam Perusahaan yang Larang Karyawan Shalat Jumat

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru, Riau mengecam perusahaan yang melarang karyawannya shalat Jumat semata-mata demi keuntungan pemilik usaha. MUI meminta para pengusaha mencabut pelarangan tersebut.

“Kami sangat mengecam pelarangan shalat Jumat itu. Untuk itu, MUI juga telah meminta pihak pengusaha bersangkutan merundingkan hal itu,” kata Ketua MUI Pekanbaru, H Ilyas Husti, di Pekanbaru, Selasa (5/6).

Kasus ini, lanjut Ilyas, sebelumnya juga telah dilaporkan ke MUI Pekanbaru oleh organisasi masyarakat yang ada di ibukota Riau itu. “Atas laporan ini, kami sebelumnya juga telah melakukan pengecekan langsung ke toko atau perusahaan yang dimaksud, yakni Toko Sony Elektronik yang berlokasi di Jalan Sudirman serta Toko Duta Elektronik di Jalan Soebrantas,” imbuh dia.

Ilyas menyatakan, dari hasil penelusuran itu, ternyata faktanya sama dengan apa yang dilaporkan dan pihak toko telah melakukan pelanggaran hak dalam beragama. (source : republika online)

Lady Gaga Tak Jadi Manggung

Lady Gaga batal konser di Jakarta pada 3 Juni 2012. Pembatalan diumumkan langsung oleh manajemen Lady Gaga via promotor di Indonesia, yaitu Big Daddy Entertainment. Kuasa hukum promotor Lady Gaga, Minola Sebayang, mengatakan, pembatalan murni karena masalah keamanan di Indonesia, bukan karena masalah perizinan.

Pro-kontra kehadiran Gaga di Indonesia menjadi salah satu kekhawatiran manajemennya, terutama adanya ancaman pembubaran konser oleh pihak-pihak yang anti terhadap Lady Gaga.
Meskipun, Polda Metro sudah menyiapkan 5.670 pasukan untuk mengamankan di dalam dan di luar konser, ”batal, ya sudah,” kata Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution dalam jumpa pers di kantor Divisi Humas Polri, Jakarta, Senin (28/5/2012). Saud juga berharap agar pembatalan konser ini tidak didramatisir, karena soal pengamanan, apalagi Polri siap melakukan pengamanan.
Sementara itu, salah satu Ormas Islam yang terus bersuara terkait Lady Gaga, melalui Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru, Riau Ilyas Husti, menyatakan konser Lady Gaga memang sepantasnya dibatalkan mengingat pertunjukan tersebut dikhawatirkan jauh dari norma-norma dan syariat agama Islam.

“Untuk diketahui, lebih 86 persen Warga Tanah Air beragama Islam. Jadi wajar, konser Lady Gaga yang jauh dari norma dan syariat agama Islam itu dibatalkan,” kata Husti. Dia juga mengharapkan masyarakat tanah air mendukung pembatalan konser Lady Gaga, jangan justru menyalahkan apa yang telah dilakukan oleh ormas Islam.
Husti juga mengkhawatirkan, konser Lady Gaga yang kerap berbau porno aksi justru menimbulkan dampak negatif bagi generasi bangsa. Sebelumnya, puluhan Ormas, terutama Ormas Islam menolak rencana akan manggungnya Lady Gaga di GBK Jakarta. Para Ormas bahkan secara resmi mengirimkan surat kepada Kementerian Agama RI.
Ormas-ormas Islam tersebut diantaranya, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Front Pembela Islam (FPI), dan Lembaga Dewan Dakwah Indonesia (LDII). Ormas tersebut belum ditambah dengan beberapa Kanwil Kementrian Agama RI yang melakukan hal serupa. Andri,  Sumber Republika/Antara

MTQ Nasional Ambon Siap Digelar, Lagi, Jabar Targetkan Juara Umum

Hajat besar Umat Muslim Indonesia, segera akan digelar. Sebuah Kota di Kawasan Timur Indonesia juga tengah berbenah, menyambut hajatan besar tersebut. Segala upaya dilakukan oleh Pemerintah Daerah Maluku, agar event tersebut berjalan aman dan lancar.
Panitia Penyelenggara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXIV di Kota Ambon, Maluku, menyiapkan dua gedung tempat perlombaan di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) setempat.
“Lokasi tersebut yakni aula dan gedung olahraga (GOR) IAIN. Aula untuk mata lomba Tilawatil Quran, sedangkan GOR direncanakan untuk Khatil Quran atau Kaligrafi,” kata panitia penyelenggara MTQ di IAIN Ambon, Ibnu Jarir, di Ambon.
Staf dosen IAIN itu mengatakan Tilawatil Quran yang akan dipertandingkan di kampus hijau adalah tilawah 30 juz, yang berupa pembacaan ayat-ayat suci Alquran, berikut pembacaan saritilawahnya.
Di luar itu juga masih ada cabang lain yang dipertandingkan, diantaranya Cabang Kaligrafi yang terdiri dari hiasan mushaf, naskah, dekorasi dan kaligrafi kontemporer.
“Di Kampus IAIN, perlombaan akan berlangsung selama tiga hari. Khusus peserta yang akan bertanding di GOR jumlahnya 66 orang,” katanya. ”Jumlag itu masing-masing 33 puteri dan 33 putra.”
Ibnu Jarir yang juga pelatih Provinsi Maluku di Bidang Musabaqah itu menyambut gembira penunjukan IAIN sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan MTQ XXIV oleh panitia daerah.
Sejumlah persiapan pun dilakukan oleh segala elemen kampus untuk menyambut kegiatan akbar itu. Mereka antara lain melakukan pembersihan, pengamanan, penyediaan kelengkapan dan dekorasi ruangan.
MTQ Nasional XXIV dijadwalkan berlangsung di ibu kota Provinsi Maluku, Ambon, pada 8-16 Juni 2012. Acara akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Cabang MTQ dilaksanakan dan diikuti oleh semua provinsi di Indonesia. Masing-masing persertanya sudah mengikuti saringan atau bahkan sudah mengikuti gelaran serupa di tingkat daerah hingga tingkat provinsi masing-masing.
Tahun ini hampir semua daerah mengincar gelar sebanyak-banyaknya di kegiatan ini, termasuk Jawa Barat, yang sudah berancang-ancang kembali meraih Juara Umum MTQ Nasional, seperti yg mereka lakukan tahun lalu ketika MTQ digelar di Bangkulu, ” Jabar adalah gudangnya qori dan qoriah. Karenanya tak muluk jika saya targetkan Jabar meraih lagi posisi juara umum,” kata Gubernur Jabar, Heryawan beberapa waktu lalu di Karawang Jawa Barat. Sumber: Infokom Jabar/Republika

Undang Polemik, Lady Gaga Tetap Tak Bisa Tampil ?

Polri belum memberikan ijin kepada Lady Gaga, penyanyi yang dituding memiliki lagu bersair ”bahaya”, disamping penampilannya yang vulgar. Padahal, rencana konsernya sendiri akan digelar 3 Juni mendatang.
Pihak Polda Metro Jaya dikabarkan masih menunggu kejelasan tentang konser Lady Gaga tersebut. Polda, dalam hal ini masih menunggu keputusan dari Mabes Polri.
Disamping itu, menurut  Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar. Tidak ada izin dari sejumlah pihak membuat pihak yang lain dianggap tidak perlu,” katanya
Boy mengakui, pihak penyelenggara konser Born This Way Ball itu sudah mengantongi sejumlah administrasi perizinan. Diantaranya Ditjen Imigrasi, Kemenakertrans, tempat penyelenggara, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Namun, itu masih belum cukup karena Kemenag belum memberi lampu hijau.
Sekjen Forum Komunikasi Kiai dan Cendikiawan Muslim Indonesia (FKKCMI) Muhlisina Lahuddin menegaskan, Lady Gaga boleh tampil, asal menggunakan busana yang sesuai dengan akar tradisi kebudayaan Indonesia.
Menurutnya, pria yang sering disapa Gus Muhlisin ini, citra Indonesia sebagai bangsa yang toleran harus dijaga dengan baik di dunia internasional. Meski demikian, akar tradisi kebudayaan bangsa harus tetap dijunjung tinggi.
Anggota Komisi X DPR RI,Puti Guntur Soekarno menganggap konser artis Lady Gaga bukan merupakan ancaman terhadap budaya Indonesia. Dikatakan, pada era modernisasi saat ini, tidak ada lagi batas budaya antarnegara.
Puti menambahkan, konser Lady Gaga di Indonesia juga bisa (dimanfaatkan secara positif) menjadi promosi bagi negara Indonesia di dunia internasional.
Di bagian lain, pihak promotor Lady Gaga terus berkompromi terkait tudingan bahwa pakaian Lady Gaga vulgar. Pihak Big Daddy Entertainment telah menyiapkan kostum panggung yang terbuat dari bahan batik. Pihaknya bekerjasama dengan Lasalle College telah mengadakan kompetisi yang diikuti oleh para siswa sekolah desain tersebut. Mereka diminta untuk merancang busana untuk Lady Gaga. Republika/Pelita/JPNN

MUI Pekanbaru Dukung FPI

Menanggapi berita tentang pembubaran Front Pembela Islam (FPI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pekanbaru, meminta para pengkritik FPI untuk mengkoreksi diri. Menurut Ketua MUI Pekanbaru, Elyas Husti, selama ini FPI terkesan terkesan tegas menegakkan berbagai peraturan yang dibuat negara maupun daerah.

“Jangan lalu semuanya menyalahkan FPI, harusnya koreksi diri dan tindak tegas dan memberantas aparat negara yang tidak menjalankan tugas dengan benar,” ucap Elyas Husti di Pekanbaru, Jumat (24/2).

Elyas, bahkan dengan tegas menyatakan, MUI Pekanbaru tidak setuju terhadap desakan sejumlah kalangan terhadap pembubaran FPI yang selalu dicitrakan brutal dan anarkis. Menurutnya, FPI melakukan tindakan sesuai dengan koridor dan ketentuan hukum yang berlaku.

“ FPI berperan besar dalam menciptakan amanat Pancasila dan menjalankan peraturan daerah. Tapi, yang menjadi masalah itu menurutnya ada oknum di dalam ormas tersebut yang perlu pembinaan. Jadi ormas FPI ini masih sangat dibutuhkan dalam menjaga keseimbangan hukum di tanah air agar tidak melenceng,” tambahnya.(ogi/bbs)

FPKS Dukung Moratorium Haji

Usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), agar Kementrian Agama melakukan Moratorium atau penghentian sementara pendaftaran haji mendapatkan dukungan dari Fraksi PKS DPR RI.

Abdul Hakim, Sekretaris FPKS DPR RI, menyatakan, moratorium sementara, dapat mencegah penggelembungan dana haji yang selama ini tidak transparan, dan belum menguntungkan calon haji yang sudah menyetorkan dananya.

“Untuk menghindari penggelembungan dana haji yang tidak terkelola dengan baik itu, perlu ada moratorium sementara pendaftaran haji sampai ada regulasi yang menguntungkan calon jemaah,” ungkap Abdul Hakim.

Sampai saat ini, sistem pendaftaran haji sepanjang tahun yang diterapkan selama ini menyebabkan bertambahnya setoran awal haji terus bertambah yang kini tercatat 1,4 juta orang yang masih antre untuk menunaikan ibadah haji dengan setoran awal Rp33 triliun.

Dengan bertambahnya jumlah setoran haji yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun memicu potensi penyelewengan dana setoran awal BPIH, khususnya dalam pemanfaatan dana “indirect cost” yang berasal dari bunga investasi setoran awal haji.

Karena itu, penghentian atau moratorium sementara pendaftaran haji merupakan kebijakan solutif yang dapat diambil pemerintah untuk mencegah penggelembungan dana BPIH, sekaligus mencegah potensi korupsi dana yang dikumpulkan dari calon haji.(ogi/ant)

Saudi Arabia Sumbang Pembangunan Masjid Sriwijaya

Meski berita mengenai bantuan Pemerintah Saudi Arabia untuk pembangunan Masjid Sriwijaya terus berkembang, namun, Pemkot Sumsel belum bisa memastikan kapan Masjid Sriwijaya akan mulai dibangun.

Menurut kabar yang beredar, Pemerintah Arab Saudi akan memberikan bantuan biaya pembangunan masjid kurang lebih Rp 250 Milyar, dalam bentuk uang tunai. Namun, ketika di konfirmasi kepada pihak Pemkot Sumatera Selatan, hal tersebut belum bisa dipastikan.

“ Belum bisa dipastikan kapan pembangunan Masjid Sriwijaya akan dimulai. Demikian juga dengan bantuan Saudi Arabia tersebut,” ungkap Asisten I Setda Sumsel Bidang Pemerintahan, Mukti Sulaiman.

Lebih lanjut, Mukti Sulaiman menjelaskan, pihak yayasan harus terlebih dahulu menyelesaikan berbagai persoalan. Mulai dari izin mendirikan bangunan (IMB), rencana bangunan, akte tanah, ikrar wakaf, rekomendasi dari tokoh nasional (Said Aqil Sirajd, Jimly Asshiddiqie, dan Hidayat Nurwahid), serta desain bangunan masjid.

”Sekarang ini kita baru melengkapi surat ikrar wakaf dan akte tanah. Sementara yang lainnya masih dalam proses pembuatan yang pengurusannya diserahkan kepada pihak yayasan masjid,” kata Mukti, usai memimpin Rapat Percepatan Pembangunan Masjid Sriwijaya, di ruang rapat Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (22/2/2012).(ogi/bbs)

Saka Tunggal Masjid Tertua di Jawa

Masjid Saka Tunggal Baitullah adalah salah satu bangunan masjid tertua yang ada di pulau Jawa. Saat ini masyarakat menyebutnya dengan nama Masjid Saka Tunggal. Nama Saka Tunggal di ambil karena Masjid ini memang hanya memiliki satu tiang penyangga yang berada di tengah bangunan utama masjid.

Masjid yang terletak di Desa Cikakak, Kecamatan Wangon Banyumas, Banyumas, Jawa Tengah ini, dibangun jauh sebelum era Wali Sembilan (Wali Songo) yang hidup sekitar 15-16 M. Menurut prasasti yang terpahat di saka masjid, masjid ini dibangun pada 1288 Masehi.

Sejarah Masjid Saka tunggal senantiasa terkait dengan Tokoh penyebar Islam di Cikakak, bernama Mbah Mustolih yang hidup dalam Kesultanan Mataram Kuno. Itu sebabnya, tidak heran bila unsur Kejawen masih cukup melekat. Dalam syiar Islam yang dilakukan. Mbah Mustolih memang menjadikan Cikakak sebagai “markas” dengan ditandai pembangunan masjid dengan tiang tunggal tersebut.  Beliau dimakamkan tak jauh dari masjid Saka Tunggal.

Keunikan pelaksanaan ibadah yang dilaksanakan di Masjid ini sampai saat ini masih sangat terasa saat pelaksanaan ibadah sholat Jumat. Selama menunggu waktu sholat jum’at dan setelah sholat jum’at, Jamaah masjid Saka Tunggal berzikir dan bershalawat dengan nada seperti melantunkan kidung jawa. Dengan bahasa campuran Arab dan Jawa, tradisi ini disebut tradisi ura ura.

Selain itu, semua ibadah, termasuk sholat sunnah, dilakukan secara berjamaah. Tradisi lainnya adalah, masjid ini tidak tetap mempertahankan tidak menggunakan pengeras suara.

Selain keunikan yang masih terjaga, arsitektur Masjid Saka Tunggal juga masih terjaga saat ini. Keaslian yang masih terpelihara adalah ornamen di ruang utama, khususnya di mimbar khotbah dan imaman. Ada dua ukiran di kayu yang bergambar nyala sinar matahari yang mirip lempeng mandala. Gambar seperti ini banyak ditemukan pada bangunan-bangunan kuno era Singasari dan Majapahit.(ogi/bbs)